tinta printertinta infusphoto paper
Kamis, 23 Oktober, 2014
   
Text Size

Pengumuman

Peningkatan Motivasi Belajar Materi IPA dengan Penggunaan Media Gambar

Oleh Purnamawati

Widyaiswara Muda pada Balai Diklat Keagamaan Padang


Abstrak

Penelitian ini dilakukan mempunyai tujuan untuk mengetahui motivasi belajar, materi IPA dengan menggunakan media gambar. Penelitian ini dilakukan pada kegiatan Lesson Study dan kegiatan MGMP MTsN Model Padang. Sebagai objek atau populasi siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Padang dan populasi yang terjaring ada 3 kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan media gambar dalam pembelajaran pada masing-masing kelas, sedangkan untuk teknik analisis data digunakan hasil UH pada kelas VIII. Ditemukan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar materi IPA, ada perubahan yang berarti antara pembelajaran sebelum menggunakan media gambar setelah menggunakan media gambar.

Kata Kunci : Peningkatan motivasi, materi IPA, media gambar.


 

PENDAHULUAN

Dunia pendidikan saat ini semakin menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak. Hasil prestasi belajar yang semakin menurun mengindikasikan bahwa dalam proses belajar dan pembelajaran memiliki permasalahan yang harus diselesaikan.

Model pembelajaran yang menarik akan menambah motivasi anak untuk mengikuti mata pelajaran ( IPA ) dan termotivasi untuk aktif dalam belajar. Maka guru harus mengubah cara mengajarkan mata pelajaran IPA yang monoton / ceramah dengan melakukan model yang bervariasi dan menyenangkan, sehingga siswa aktif dan merasa bahwa mereka tidak mengikuti suatu pembelajaran yang menjemukan tetapi merasa hanya bermain dengan teman yang sebenarnya melakukan kegiatan belajar.

IPA sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah Madrasah Tsanawiyah berfungsi untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan keterampilan mulai dengan menggunakan ke ilmiahan yang dicontohkan penemu IPA serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari menurut pengetahuan.

Pembelajaran IPA sekolah MTsN seperti tertuang dalam GBPP sekolah menengah pertama tahun 2010 bertujuan “Melatih Cara Berfikir secara Sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten”(Depdikbud, 2004:75).

Oleh karena itu konsep-konsep IPA haruslah dipahami oleh siswa MTsN merupakan kelanjutan yang telah pernah dipunyai anak yang pada akhirnya terampil dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan IPA diharapkan dapat membentuk pengetahuan orang yang mempelajarinya menjadi terampil yang ilmu pengetahuan menunjukkan mampu dengan penuh kecermatan penyumbangan sistim atau model pembelajaran IPA sejalan dengan perkembangan berfikir anak terutama pada anak-anak usia sekolah menengah pertama, apa yang dianggap penting jelas oleh para guru dan apa yang dapat diterima oleh orang yang berhasil mempelajari, merupakan hal yang tidak masuk akal dan membingungkan bagi anak-anak.

Kenyataan ini dapat ditemukan setelah peneliti menemukan pembelajaran para siswa MTsN Model Padang bahwa pada umumnya anak-anak mengalami kesulitan dalam implementasi IPA dalam kehidupan sehari-hari terutama praktek pemeliharaan lingkungan yang sesuai norma. IPA berguna untuk kepentingan hidup dalam lingkungannya, untuk mengembangkan pribadinya dan banyak dijumpai dalam lingkungan sekolah siswa sebagai sumber belajar hidup sosial.

PEMBAHASAN

Motivasi menurut Sumadi Suryabrata, motivasi adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu guna mencapai sesuatu tujuan.

Sedangkan menurut Ngalim Purwanto adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Atau seperti yang dikatakan Sartain dalam bukunya Psichology Understanding of Human Behavior: Motivasi adalah suatu pernyataan komplek di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang.

Menurut Mc Donald motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc Donald ini terkandung tiga elemen penting yaitu:

1. Bahwa motivasi itu mengawali terjadi perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi manusia; walaupun motivasi itu muncul dari dalam diri manusia; penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.

2. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa (feeling) afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.

3. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya respon dari suatu aksi, yaitu tujuan. Motivasi memang munculdalamdiri manusia tetapi kemunculannya karena terdorong oleh adanya unsur lain; dalam hal ini adalah tujuan, tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.

Sedangkan menurut Muhaimin; motivasi dapat diartikan sebagai tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku kearah suatu tujuan tertentu.

Apabila peserta didik mempunyai motivasi dalam proses pembelajaran maka ia akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut dalam kegiatan belajar. Serta akan berusaha dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut.

Dalam perumusan ini dapat dilihat bahwa ada tiga unsur yang saling berkaitan yaitu sebagai berikut:

1). Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dari diri pribadi.

Perubahan-perubahan dalam motivasi timbul dari perubahan-perubahan tertentu di dalam sistem neorapisiologis dalam organisme manusia maka timbul motif lapar. Tetapi ada perubahan energi yang tidak diketahui.

2). Motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan aktifarausal.

Mula-mula merupakan ketegangan psikologis lalu merupakan suasana emosi. Suasana emosi ini lalu menimbulkan kelakuan bermotif. Perubahan ini mungkin bisa dan mungkin tidak; kita hanya dapat melihat dalam perbuatan. Seseorang terlihat dalam suatu diskusi, karena dia tertarik pada masalah yang akan dibicarakan maka suaranya akan timbul dan kata-katanya dengan lancar akan keluar.

3). Motivasi ditandai dengan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan pribadi yang bermotivasi mengadakan respon-respon yang tertuju ke arah suatu tujuan.

Motivasi merupakan komponen yang mempunyai peranan penting dalam diri seseorang dalam melakukan sesuatu. Begitu juga dengan dunia pendidikan dan proses belajar mengajar. Motivasi merupakan sumber energi yang dapat menggerakkan dan mengarahkan seseorang baik itu guru, peserta didik serta pengurus lembaga pendidikan yang ada.

Belajar merupakan suatu kegiatan yang melibatkan dua unsur yaitu unsur jiwa dan tenaga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari termotivasinya seseorang. Jadi menurut pendapat para ahli tersebut sudah mengemukakan tentang pengertian motivasi dengan berbagai sudut pandang mereka masing-masing. Namun semuanya itu pada dasarnya sama yakni sebagai suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam bentuk aktifitas nyata untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Jenis-jenis Motivasi Belajar

Sebenarnya mengenai macam atau jenis motivasi dalam proses pembelajaran peran motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktifitas belajar. Seseorang melakukan aktifitas belajar secara terus menerus karena adanya motivasi dari dirinya, yakni motivasi intrinsik yang sangat penting dalam aktifitas belajar.

Seseorang yang tidak mempunyai keinginan untuk belajar dan tidak ada dorongan dari luar dirinya, yakni motivasi ektrinsik yang diharapkan, maka proses belajarnya kurang optimal. Oleh karena itu motivasi ektrinsik sangat berguna, bila motivasi intrinsik tidak ada dalam diri seseorang sebagai subyek belajar.

Berdasarkan sumbernya, motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Motivasi Intrinsik (yaitu motivasi yang datang dari dalam diri peserta didik).

Yang dimaksud adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi tidak perlu dirangsang dari luar. Karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

2. Motivasi Ektrinsik (yaitu motivasi yang datang dari lingkungan di luar diri peserta didik).

Yang dimaksud adalah kebalikan dari motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar.

Di dalam pengembangan pembelajaran IPA perlu diupayakan bagaimana agar dapat mendorong peserta didik untuk belajar, sehingga kedua jenis motivasi tersebut dapat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar (proses pembelajaran), mengingat dalam proses pembelajaran, peran atau fungsi motivasi sangat penting.

Pengertian Perhatian

Menurut psikologi istilah perhatian dirumuskan sebagai pemusatan energi tertuju pada objek juga diartikan sebagai kesadaran yang menyertai suatu aktifitas yang sedang dilakukan. Menurut Gazali yang dikutip oleh Slameto (2005: 56) menyatakan bahwa, “perhatian adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itupun semata-mata tertuju kepada suatu objek (benda/hal) atau sekumpulan objek. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh Pusat Bahasa Depdiknas menyatakan bahwa, “perhatian adalah memperhatikan apa yang di perhatikan ”. sedangkan menurut Bimo (1995:53) menjelaskan:

Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktifitas individu yang ditujukan pada sesuatu atau sekumpulan objek dan perhatian diartikan kegiatan atau keadaan mengambil obyek pelajaran atau dapat dikatakan sebagai sedikit banyaknya kesadaran yang menyertai aktifitar belajar.”

Bersadarkan pengertian tersebut depat dikatakan bahwa perhatian itu merupakan pemusatan kegiatan yang ditujukan pada suatu anak terutama pada saat mengikuti proses belajar mengajar disekolah. Dimana anak sangat diharapkan perhatiannaya dalam proses pembelajaran agar dapat mengikuti materi pembelajaran yang sedang berlangsung.

Media Gambar

Gambar sangat penting digunakan dalam usaha memperjelas pengertian pada siswa, sehingga dengan menggunakan media gambar siswa dapat lebih memperhatikan terhadap benda-benda atau hal-hal yang belum perna dilihatnya yang berkaitan dengan pelajaran.

Gambar dapat membantu guru dalam mencapai tujuan instruksional karena gambar termasuk media yang mudah dan murah. Disamping itu kelebihan media gambar adalah bersifat universitas, mudah di mengerti tidak terikat oleh keterbatasan bahasa, harganya relatif murah. Senada dengan itu, Rahadi (2003/27) mengemukakan beberapa kelebihan media gambar: (a) sifatnya konkrit, (b) dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, (c) harganya murah dan dapat dibuat.

Manfaat Media Gambar

Secara umum memanfaat media dalam proses pembelajar adalah memperlancar interaksi antara guru dan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebihn efektif dan efisien. Secara terinci ada beberapa manfaat media: Sudjana (1989:3) mengemukakan ada beberapa manfaatkan media mengajar dan proses belajar siswa antara lain: (a) Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi siswa, (b) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, (c) Metode mengajar akan lebih bervariasi, (d) siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar.

Kemp dan Dayton dalam media pembelajaran, Aristo (2003:18) Mengatakan bahwa fungsi media sebagai berikut:

(1) Media dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit, (2) Media juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu, (3) Media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia objek-objek penakaran yang terlalu kecil, terlalu besar atau terlalu jauh dapat kita pelajari melalui bantuan media, (4) Media juga dapat menyajikan objek pelajaran berupa benda atau peristiwa langka dan berbahanya kedalam kelas, (5) Informasi yang disajikan dengan media yang tepat akan memberikan kesan mendalam dan lebih lama tersimpan pada diri siswa.

Dengan demikian fungsi dan nilai media gambar merupakan salah satu faktor penting dalam pelajaran untuk membangkitkan motivasi dan meningkatkan nilai siswa dalam belajar serta meningkatkan kreatifitas siswa khususnya untuk media gambar dalam proses pembelajaran Aqidah ahklak.

Penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran sebagai salah satu faktor yang dapat menunjang keaktifan siswa dan perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran Aqidah Ahklak, penggunaan media gambar dan media asli memilki peranan penting dalam menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar. Pemilihan media pembelajaran yang tepat akan membantu merangsang keinginan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Sebaliknya, pemilihan media pembelajaran yang kurang tepat akan membuat siswa menjadi malas bahkan berusaha untuk menghindarinya. Selain itu, guru sebagai komponen pembelajaran yang akan berhadapan langsung dengan siswa harus mampu mengelola pembelajaran dengan teknik-teknik yang ada.

Dalam pembelajaran IPA dengan mempergunakan media gambar ruangan kelas dibentuk menjadi sedemikian rupa, misalnya leter U sehingga memudahkan siswa dalam proses pembelajaran dan dapat memperhatikan objek yang dijelaskan dengan mudah.

KESIMPULAN

Pelaksanaan Penulisan ini dilaksanakan di kelas VIII 5 MTsN Model padang dengan menggunakan Media Gambar ini dilaksanakan oleh peserta MGMP. Dalam 2 siklus. Siklus pertama belum bisa mencapai hasil seperti yang diharapkan, karena siswa masih belum terbiasa. Setelah ada motivasi maka pada pelaksanaan siklus kedua ada perubahan yang sangat berarti ke arah yang sangat baik. Siswa sudah menunjukkan peningkatan minat dalam belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

Sehubungan dengan pelaksanaan yang dilakukan, maka guru memberikan saran yang berkaitan dengan usaha peningkatan minat dan hasil belajar bagi siswa antara lain :

1. Dalam pembelajaran sebaiknya menggunakan Media Gambar dan sekaligus dengan

2. Guru perlu mempersiapkan perangkat pembelajaran agar dalam proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

3. Dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan Media Gambar guru harus berusaha agar siswa diberi kesempatan dalam mengemukakan pendapat masing-masing sehingga siswa termotivasi karna rasa dihargai.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suhaimi, 2010.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Departemen Agama RI. 2002. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Direktorat Jendral Kelembagaan Agama.
Iskandar.  2011. Penelitian Tindakan Kelas. Gaung Persada (GP) Press, Jakarta.
Nurdin, Syafruddin. 2005. Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, Quantum Teaching. Jakarta:
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
Sahertian, Piet A.1994. Profil Pendidik Profesional. Jakarta: Andi Offset.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta
Tim penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, Jakarta.
Usman, Basyarudin. Asnawir.2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers
Undang-undang Dasar

 

 

it konsultanit supportjasa pembuatan aplikasi dan server jual beli motor motor bekasjual motor bekas sarang semut papuateh sarang semutrumput kebar ecotrubakteri dan enzimenvironmental consultant indonesia sewa mobil murah jakartarental mobil harianrent car free download moviedownload filmsubtitle indonesia jual beli mobil bekassitus jual beli mobilmobil bekas pakar seo indonesia narasumber seminarmaster seo berita bantenrakyat bantenpendekar banten okezonejual mobil bekastoko online gratis komunitas itstaff executive komunitas hacker serang kotaserangpemerintah serang terpupuskansejarah pahlawansejarah tangerang jasa seojasa seo berkualitasjasa backlink sewa mobil murah jakartarental mobil harianrent car jasa mobiejasa mobilejasa jablay tangseltangerang selatantangerang ku bangdjocerita dewasafoto abg bugil tampilan bagusabg labilbuka kerudung
serang kota terpupuskan jasa seo sewa mobil murah jakarta jasa mobie tangsel tampilan bagus belajar seo seo murah dota 2 indonesia ternak lele google bot Data Maya dealer motor bekas prabotan rumah kicau burung verza indonesia community digital telekomunikasi dihina telekomunikasi wajar aja pantai sawarna pantai anyer liburan ke pantai seo jakarta terpusatkan appacer orang sunda xone shop indonesia perabotan rumah resep makanan distributor tas rangsel pantai tanjung lesung jual tinta printer kota rambah emping banten jual rumah info loker kali gua