tinta printertinta infusphoto paper
Sabtu, 01 November, 2014
   
Text Size

Pengumuman

Penggunaan Model Pembelajaran Hypnoteaching dalam Mata Pelajaran Aqidah Akhlak

Oleh Dra. Zaimah Umar, M.Pd

Widyaiswara Madya pada Balai Diklat Keagamaan Padang

 

ABSTRAK

Dalam instrumental input, peran seorang pendidik dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran sangatlah besar. Tiap-tap pendidik mempunyai cara yang berbeda-beda dalam memberikan pengajaran. Perbedaan cara pengajaran ini membuat perbedaan kondisi kelas dan tentu saja hasil yang berbeda.

Pembelajaran di Indonesia selama ini banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional dalam proses mengajar. Yaitu metode pembelajaran dengan cara ceramah dimana peran pendidik aktif dan peserta didik cenderung pasif. Sekarang sudah ada model yang di anggap lebih bagus. Model yang dimaksud yaitu model pembelajaran hypnoteaching. Model pembelajaran hypnoteaching adalah model pembelajaran yang penyampaian materinya menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar yang mampu memunculkan ketertarikan tersendiri pada setiap peserta didik.

Mata pelajaran Akidah Akhlak merupakan hal yang amat fundamental terhadap segala asfek kehidupan penganut agama Islam, termasuk pada asfek pendidikan.

Dalam penyampaian materi Akidah Akhlak perlu adanya inovasi dalam kegiatan pembelajaran sehingga diharapkan hasil pembelajaran lebih memperkuat iman peserta didik dan merubah sikap mereka kearah yang lebih baik. Salah satu kegiatan pembelajaran tersebut adalah dengan menggunakqn model pembelajaran hypnoteaching

Kata Kunci: Model Pembelajaran Hypnoteaching, Mata Pelajaran Akidah Akhlak

Pendahuluan

Mata pelajaran Akidah dan Akhlak bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan peserta didik yang diwujudkan dalam akhlaknya yang terpuji, melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, serta pengalaman peserta didik tentang Akidah dan Akhlak Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dan meningkat kualitas keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Pelajaran Akidah dan Akhlak berisi bahan pelajaran yang dapat mengarahkan pada pencapaian kemampuan dasar peserta didik untuk dapat memahami rukun iman secara ilmiah serta pengalaman dan pembiasaan berakhlak Islami, untuk dapat dijadikan landasan perilaku dalam kehidupan sehari-sehari serta sebagai bekal untuk jenjang pendidikan berikutnya. Untuk itu pengembangan kegiatan pembelajaran Akidah-Akhlak harus diorientasikan pada fitrah manusia yang terdiri dari tiga dimensi yaitu jasad,akal dan ruh. Ketiga dimensi dalam diri manusia tersebut haruslah dipelihara agar terwujud keseimbangan (tawazun).

Kenyataan saat ini menunjukkan bahwa dalam pendidikan Agama Islam, khususnya asfek Akidah Akhlak, kurang menekankan bagaimana megubah pengetahuan agama yang bersifat kognitif menjadi makna dan nilai yang mampu melekat pada pribadi-pribadi yang kokoh.

Manusia secara fitroh penciptaan telah dianugerahi kekuatan pikiran yang sangat luar biasa. Dewasa ini manusia Indonesia sedang dipusingkan” dengan adanya fenomena otak tengah. Padahal semua itu sudah ada dalam diri, hanya saja kebanyakan manusia tidak mengetahui apalagi mengsplorasinya. Kedahsyatan kekuatan pikiran yang sebenarnya belum bisa dimaksimalisasi oleh sistem pendidikan Indonesia warisan penjajahan.

Hypnoteaching muncul untuk memberikan kontribusi peringatan akan kedahsyatan otak yang untuk sementara waktu sering mubadzir disekolahan.

Model pembelajaran Hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar karena alam bawah sadar lebih besar dominasinya terhadap cara kerja otak. Sehingga perhatian siswa akan tersedot secara penuh pada materi. Siswa akan memperhatikan dan enggan untuk berpaling. Hypnoteaching merupakan improvisasi dari sebuah metode pembelajaran dan pendidikan. Hypnoteaching mencoba hadir dengan menyuguhkan sebuah pendekatan konseptual baru dalam bidang pendidikan, pembinaan dan sekaligus “pencerahan dan pengobatan” pada para siswa yang bermasalah. Hypnoteaching merupakan perpaduan antara kedahsyatan ilmu hipnosis dengan kemuliaan ilmu pendidikan.

Kelebihan dari pembelajaran hypnoteaching Proses belajar mengajar yang lebih dinamis dan ada interaksi yang baik antara pendidik dan peserta didik. Peserta didik dapat berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya. Proses pemberian ketrampilan banyak diberikan disini. Proses pembelajarannya lebih beragam. Peserta didik dapat dengan mudah menguasai materi, karna termotivasi lebih untuk belajar. Pembelajaran bersifat aktif. Pemantauan terhadap peserta didik lebih intensif. Peserta didik lebih dapat berimajinasi dan berfikir kreatif. Peserta didik akan melakukan pembelajaran dengan senang hati. Daya serapnya lebih cepat dan lebih bertahan lama, karena peserta didik tidak menghafal. Perhatian peserta didik akan tersedot penuh terhadap materi

Kekurangan dari pembelajaran hypnoteaching. Metode ini belum banyak digunakan oleh para pendidik di Indonesia. Banyaknya peserta didik yang ada disebuah kelas, menyebabkan kurangnya waktu dari pendidik untuk memberi perhatian satu per satu peserta didiknya. Perlu pembelajaran agar pendidik bisa melakukan Hypnoteaching.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan hypnoteaching adalah

1. Niat dan motivasi dalam diri

Kesuksesan seseorang tergantung pada niat seseorang untuk bersusah payah dan kerja keras dalam mencapai kesuksesan tersebut. Niat yang besar akan memunculkan motivasi serta komitmen yang tinggi pada bidang yang di tekuni.

2. Pacing

Langkah kedua ini adalah langkah yang sangat penting. Pacing berarti menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain atau peserta didik. Prinsip dasar di sini adalah “manusia cenderung, atau lebih suka berkumpul / berinteraksi dengan sejenisnya / memiliki banyak kesamaan”. Secara alami dan naluriah, setiap orang pasti akan merasa nyaman dan senang untuk berkumpul dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengannya sehingga akan merasa nyaman berada di dalamnya. Dengan kenyamanan yang bersumber dari kesamaan gelombang otak ini, maka setiap pesan yang disampaikan dari orang satu pada orang-orang yang lain akan dapat diterima dan dipahami dengan sangat baik. Cara-cara melakukan pacing pada siswa:

Bayangkan kita adalah seusia siswa-siswa kita. Disamping juga melakukan aktivitas dan merasakan hal-hal yang dialami siswa-siswa kita pada masa sekarang. Bukan pada saat kita masih sekolah dulu.

Gunakan bahasa yang sesuai dengan bahasa yang sering digunakan oleh siswa-siswa kita. Kalau perlu gunakan bahasa gaul yang sedang trend di kalangan siswa-siswa. Lakukan gerakan-gerakan dan mimik wajah yang sesuai dengan tema bahasan kita. Sangkutkan tema pelajaran yang kita bawakan dengan tema-tema yang sedang trend di kalangan siswa-siswa kita.

Selalu update pengetahuan kita tentang tema, bahasa hingga gossip terbaru yang sedang trend di kalangan siswa. Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka tanpa sadar gelombang pikiran kita telah sama dengan para siswa. Akibatnya adalah siswa-siswa kita merasa nyaman untuk bertemu dengan kita.

3.Leading

Leading berarti memimpin atau mengarahkan setelah proses pacing kita lakukan. Setelah melakukan pacing, maka peserta didik akan merasa nyaman dengan kita. Pada saat itulah hampir setiap apapun yang kita ucapkan atau tugaskan pada peserta didik, maka peserta didik akan melakukannya dengan suka rela dan bahagia. Sesulit apapun materinya, maka pikiran bawah sadar peserta didik akan menangkap materi pelajaran dengan mudah, maka sesulit apapun soal ujian yang diujikan, akan ikut menjadi mudah, dan peserta didik akan dapat meraih prestasi belajar yang gemilang.

4.Gunakan kata positif

Langkah berikutnya adalah langkah pendukung dalam melakukan pacing dan leading. Penggunaan kata positif ini sesuai dengan cara kerja pikiran bawah sadar yang tidak mau menerima kata negatif. Kata-kata yang diberikan oleh pendidik entah langsung maupun tidak langsung sangat mempengaruhi kondisi psikis peserta didik. Kata-kata  yang positif dari pendidik dapat membuat peserta didik merasa lebih percaya diri dalam menerima materi yang diberikan. Kata-kata tersebut dapat berupa ajakan dan himbauan. Jadi apabila ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh peserta didik, hendaknya menggunakan kata ganti yang positif untuk mengganti kata-kata negatif tadi. Sebagai contoh apabila akan menenangkan kelas yang ramai, biasanya kata perintah yang keluar adalah “jangan ramai”. Kata-kata “jangan ramai” ini dalam pengaplikasian hypnoteaching hendaknya diganti dengan “mohon tenang”, dan sebagainya.

5.Berikan pujian

Salah satu hal yang penting dalam pembelajaran adalah adanya ‘reward and punisment’. Pujian merupakan reward peningkatan harga diri seseorang. Pujian merupakan salah satu cara untuk membentuk konsep diri seseorang. Maka berikanlah pujian dengan tulus pada peserta didik. Dengan pujian, seseorang akan terdorong untuk melakukan yang lebih dari sebelumnya.

6.Modeling

Modeling adalah proses memberi tauladan atau contoh melalui ucapan dan perilaku yang konsisten. Hal ini sangat perlu dan menjadi salah satu kunci hypnoteaching. Setelah peserta didik menjadi nyaman dengan kita. Maka perlu pula kepercayaan (trust) peserta didik pada kita dimantapkan dengan perilaku kita yang konsisten dengan ucapan dan ajaran kita. Sehingga kita selalu menjadi figur yang dipercaya.

Tips untuk Hypnoteaching

Tips 1: Kuasai Materi Secara Komprehensif

Penguasaan materi sanngat esensial untuk dapat melaksanakan tugas mengajar dengan baik dan menarik. Jika kita menguasai secara komprehensif, tentu akan mampu memberikan contoh, analogi, ilustrasi yang beragam dan sesuai dengan konteks serta dapat menyesuaikan dengan latar belakang audiens.

Tips 2: Libatkan Peserta Secara Aktif

Menyiapkan pembelajaran agar siswa terlibat aktif. Memikirkan strategi pembelajaran aktif seperti ini bukan perkara mudah, tapi secara kreatif mutlak kita lakukan

Tips 3: Upayakan untuk Melakukan Interaksi Informal dengan siswa

Kadang-kadang guyon, atau berbincang di sela-sela istirahat atau sebelum memulai materi sangat penting untuk mencairkan suasana. Dan tidak hanya itu, akan membangkitkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

Tips 4: Beri Kesempatan Peserta Kewenangan dan Tanggung Jawab atas Belajarnya

Siswa akan termotivasi jika mereka diberi kewenangan untuk menentukan sendiri cara belajarnya.

Tips 5: Yakini Bahwa Manusia Belajar dengan Cara yang Berbeda Satu Sama lain

Dengan demikian, jangan perlakukan semua peserta dengan cara yang sama. Implikasinya adalah laksanakan tips 2 dan 4 di atas.

Tips 6: Yakinkan Peserta Bahwa Mereka Mampu

Harus yakin bahwa tugas yang kita berikan memang bisa dilakukan dan mereka merasa puas dengan hasil yang telah dilakukannya.

Tips 7: Beri Kesempatan kepada Peserta untuk Melakukan sesuatu Secara Kolaboratif atau Kooperatif

Hal tersebut akan meningkatykan motivasi dan kemenarikan pembelajaran karena ada sedikit kompetisi, apalagi kalau mereka diberi kesempatan untuk saling berbagi ide, pengalaman, argumen secara bebas tanpa harus saling menjatuhkan satu sama lain.

Tips 8: Upayakan Materi yang Disampaikan Kontekstual

Kita harus pandai pandai mengaitkan materi yang diajarkan dengan pengetahuan awal siswa.

Tips 9: Berikan Umpan Balik Segera dan bersifat Deskriptif

Hal ini akan membantu mereka manyadari sudah sejauh mana perkembangan pemehaman atau penguasaan mereka terhadap pengetahuan, keterampilan atau sikap tertentu.

Tips 10: Tingkatkan Jam Terbang

Tidak ada yang bisa mengalahkan pengalaman. Hypnoteaching merupakan gabungan dari lima metode belajar mengajar seperti quantum learning, accelerate learning, power teaaching, Neuro-LinguisticProgramming (NLP) dan hypnosis. “Alam bawah sadar lebih besar dominasinya terhadap cara kerja otak.

Kelebihan dari pembelajaran hypnoteaching:

a. Proses belajar mengajar yang lebih dinamis dan ada interaksi yang baik antara guru dan siswa

b. Siswa dapat berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya

c. Proses pemberian ketrampilan banyak diberikan di sini

d. Proses pembelajarannya lebih beragam

e. Siswa dapat dengan mudah menguasai materi, karna termotivasi lebih untuk belajar

f. Pembelajaran bersifat aktif

g. Pemantauan terhadap peserta didik lebih intensif

h. Siswa dibiarkan berimajinasi dan berfikir kreatif

i. Siswa akan melakukan pembelajaran dengan senang hati

j. Daya serapnya lebih cepat dan lebih bertahan lama, karena siswa tidak menghafal

k. Perhatian siswa akan tersedot penuh terhadap materi
Simpulan

Kesimpulan

Pembelajaran Akidah dan Akhlak dituntut untuk dapat menggunakan berbagai model-model pembelajaran. Agar siswa atau peserta didik nyaman dengan kondisi pembelajaran dan menghasilkan output yang maksimal.. Metode yang dianggap lebih baik dari metode konvensional adalah metode pembelajaran hypnoteaching. Dimana penyampaian materi menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar. Dengan metode ini membuat siswa atau peserta didik lebih tertarik pada pelajaran dan mengembangkan kreatifitasnya. Hypnoteaching hanya bermain dalam tataran kekuatan pikiran alam bawah sadar. Sebuah kekuatan pikiran yang secara fitroh kodrati telah diberikan Allah kepada setiap manusia. Dengan menguasai hypnoteaching, maka para guru dan pendidik akan memahami pola kerja pikiran yang sebenarnya. Adanya kapasitas otak, otak kanan, otak kiri, otak tengah, gelombang otak, pikiran sadar dan bawah sadar, hormon yang diproduksi oleh otak dan terkait dengan kesehatan tubuh. Hypnoteaching murni bermain dalam tataran eksplorasi alam pikiran saja, tidak ada unsur-unsur magis disini.
Metode hypnoteaching bagus di terapkan dalam pendidikan, karena dapat membuat siswa lebih termotivasi dan senang dengan pelajaran. Siswa dapat mengingat pelajaran dan berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya. Semoga dengan ini dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Daftar Pustaka

http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASHacea/7c4d72ac.dir/doc.pdf
http://xpresiriau.com
http://mediasugesti.blogspot.com/2008/11/hypnoteaching-2.html
http://www.kompasiana.com
www.mediasugesti.blogspot.com

Triwidia Jaya, Novian, 2010, Hypnoteaching, Bukan Sekedar Mengajar, Bekasi: D-Brain.

Tips Untuk Hypnoteaching. 2012. http://ratnajanuarita.multiply.com/journal/item

hypnoteaching ” terobosan hebat seorang upt pendidikan.

http://www.forumnusantara.net/hypnoteaching

it konsultanit supportjasa pembuatan aplikasi dan server jual beli motor motor bekasjual motor bekas sarang semut papuateh sarang semutrumput kebar ecotrubakteri dan enzimenvironmental consultant indonesia sewa mobil murah jakartarental mobil harianrent car free download moviedownload filmsubtitle indonesia jual beli mobil bekassitus jual beli mobilmobil bekas pakar seo indonesia narasumber seminarmaster seo berita bantenrakyat bantenpendekar banten okezonejual mobil bekastoko online gratis komunitas itstaff executive komunitas hacker serang kotaserangpemerintah serang terpupuskansejarah pahlawansejarah tangerang jasa seojasa seo berkualitasjasa backlink sewa mobil murah jakartarental mobil harianrent car jasa mobiejasa mobilejasa jablay tangseltangerang selatantangerang ku bangdjocerita dewasafoto abg bugil tampilan bagusabg labilbuka kerudung
serang kota terpupuskan jasa seo sewa mobil murah jakarta jasa mobie tangsel tampilan bagus belajar seo seo murah dota 2 indonesia ternak lele google bot Data Maya dealer motor bekas prabotan rumah kicau burung verza indonesia community digital telekomunikasi dihina telekomunikasi wajar aja pantai sawarna pantai anyer liburan ke pantai seo jakarta terpusatkan appacer orang sunda xone shop indonesia perabotan rumah resep makanan distributor tas rangsel pantai tanjung lesung jual tinta printer kota rambah emping banten jual rumah info loker kali gua