tinta printertinta infusphoto paper
Jumat, 25 Juli, 2014
   
Text Size

Pengumuman

Kedudukan Pendidik dalam Islam: Sebuah Analisis Teoritis

Oleh H. Rasyidin Rasyid

Widyaiswara Madya pada Balai Diklat Keagamaan Padang

Abstrak

Tulisan ini berjudul “Kedudukan Pendidik dalam Islam: Sebuah Analisis Teoritis”. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan teori tentang kedudukan pendidik dalam Islam. Adapun metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah deskriptif analisis, di mana penulis mengawali pada kajian teoritis dari berbagai sumber tentang kedudukan pendidik tinjauan Islam. Dengan adanya kedudukan pendidik dalam Islam yang sangat mulia, maka pendidik mesti melakukan tugas dengan baik dan senang hati serta penuh dengan keikhlasan.

Kata Kunci: Pendidik, ilmuwan dan Islam

A. Pendahuluan

Pendidik diidentikan dengan gudang ilmu pengetahuan atau khazanah ilmu pengetahuan, sehingga pendidik dengan keilmuan yang dimiliki mendapatkan tempat yang terhormat di tengah masyarakat, dengan gelar yang diberikan pahlawan tanpa tanda jasa, walaupun gelar ini banyak mendapat sindiran dari berbagai unsur, namun tidak mengurangi pengabdian pendidik dalam menjalankan tugasnya. http://apri76.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

Dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 6 dijelaskan tentang pengertian pendidik yakni adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan

Bahkan setiap berbagai kesempatan harapan-harapan selalu diberikan kepada pendidik, yang terbaru adalah harapan yang diberikan dalam bentuk sertifikasi guru (guru merupakan salah satu unsur pendidik), pada intinya akan adanya harapan penambahan “penghasilan”. Pertanyaan yang muncul, apakah keikhlasan pendidik diukur dengan lulus sertifikasi? Tentu jawabanya: Tidak. Dalam konteks ini, penulis ingin mengungkap kedudukan pendidik pada sisi lain, yakni kedudukan pendidik dalam perspektif pendidikan Islam.

B. Kedudukan Pendidikan dalam Islam

Orang yang mempunyai ilmu pengetahuan, dalam Islam mendapatkan tempat yang dimuliakan, karena Islam sangat menghormati yang demikian, Islam tidak dapat dikembangkan dan dilestarikan tanpa orang yang mempunyai ilmu. (Samsul Nizar, 2002: 41) Ini dapat ditemukan dalam al-Qur’an surat al-Mujadalah ayat 11 di mana Allah sangat meninggikan orang yang beriman dan berilmu pengetahuan.

Æìsùötƒ... ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_u‘yŠ 4 .... {المجادلة: 11}

Artinya: ... niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat .... (Q.S al-Mujadalah/58 ayat 11)

Abuddin Nata (2002: 169-170) membuat analisa implikasi kependidikan yang terkandung dalam surat al-Mujadalah ayat 11 adalah pertama, tujuan akhir pendidikan adalah agar menjadi seorang muslim yang terbina seluruh potensi dirinya sehingga dapat melaksanakan fungsinya sebagai khalifah dalam rangka beribadah kepada Allah. Kedua, dalam kegiatan pengajaran, pendidik (guru) mau tidak mau harus mengajarakn ilmu pengetahuan, karena dalam ilmu pengetahuan itulah akan dijumpai berbagai informasi, teori, rumus dan konsep-konsep yang diperlukan mewujudkan tujuan pendidikan. Ketiga, melalui pendidikan diharapkan pula lahir manusia yang kreatif, sanggup berpikir sendiri, sanggup mengadakan penelitian dan penemuan. Keempat, pelaksanaan pendidikan harus mempertimbangkan prinsip pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan petunjuk al-Qur’an. Kelima, pengajaran berbagai ilmu pengetahuan dalam proses pendidikan yang sesuai dengan ajaran al-Qur’an, akan menjauhkan manusia dari sikap takabur, sekuler dan ateistik. Keenam, pendidikan harus mampu mendorong anak didik agar mencintai ilmu pengetahuan, yang terlihat dari terciptanya semangat dan etos keilmuan yang tinggi, memelihara, menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Orang yang berilmu atau ‘aalim, menurut Ahmad Tafsir (2002: 76), merupakan realisasi ajaran Islam itu sendiri. Islam memuliakan pengetahuan; pengetahuan didapat dan diperoleh dari proses pembelajaran, yang belajar adalah calon guru dan yang mengajar adalah guru. Dalam konteks ini proses pembelajaran dalam kelas dapat terjadi adanya pendidik dan peserta didik, pendidik menyampaikan ilmu (transfer of knowledge), peserta menerima ilmu pengetahuan (given of knowledge) serta tanpa pendidik tidak bisa pembelajaran berjalan dan tanpa peserta didik pun pembelajaran mustahil dapat dilaksanakan.

Ahmad Tafsir lebih jauh menjelaskan umat Islam amat menghargai pendidik, disebabkan oleh pandangan bahwa ilmu pengetahuan itu semuanya bersumber pada Tuhan. Ilmu datang dari Tuhan; guru pertama adalah Tuhan. Pandangan yang menembus langit tidak boleh tidak telah melahirkan sikap pada orang Islam bahwa ilmu itu tidak terpisah dari Allah, ilmu tidak terpisah dari guru, maka kedudukan guru amat tinggi dalam Islam.

Al-Ghazali dalam bukunya Ihya ’Ulumuddin menempatkan pendidik pada kedudukan yang amat tinggi, kedudukan langsung setelah para nabi. Hadis Nabi Muhammad saw. al-ulama wa ratsah al-anbiyaa (ulama adalah pewaris nabi), ulama dalam ungkapan hadis tersebut termasuk para pendidik, karena pendidik juga menyampaikan risalah nabi Muhammad saw.

Apabila ditelusuri lebih jauh tentang pewaris nabi, maka didapat ungkapan bahwa nabi merupakan sebagai pendidik yang sangat konsekuen dengan peningkatan sumber daya manusia. Sebagai pendidik, nabi tentu saja telah dibekali Allah swt. tidak hanya dengan al-Qur’an tetapi juga dengan kepribadian dan karakter istimewa. Sebagai pendidik dan Rasul, misi kependidikan pertama Muhammad saw. adalah menanamkan aqidah yang benar yakni aqidah tauhid. Ketika Nabi Muhammad di Mekkah, misi utama beliau adalah membangun masyarakat yang bertauhid, meletakkan dasar-dasar fundamental bagi pembentukan nucleus masyarakat yang viable untuk menjawab tantangan zaman. Ketika Nabi di Medinah, beliau melaksanakan fungsi sebagai pendidik utama dalam pembangunan masyarakat sosial politik, masyarakat politik-keagamaan Islam Madinah. Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad saw. sendiri mengidentifikasikan pesan dakwahnya sebagai pendidik atau pengajar (mu’allim). (Azyumardi Azra, 2000: 55-56)

Pendidik digambarkan oleh Kamal Muhammad Isa (1994: 64) adalah pemimpin sejati, pembimbing dan pengarah yang bijaksana, pencetak para tokoh dan pemimpin ummat. Justru karena itu menurut Kamal Muhammad Isa pendidik merupakan manusia pilihan, yang siap memikul amanah dan menunaikan tanggungjawab dalam pendidikan peserta didiknya.

Sedangkan al-Hasyimi (2001: 166) mengibaratkan bahwa pendidik merupakan faktor yang asasi dalam hidup manusia dan ia menempati posisi yang kuat dengan pengaruhnya dalam membentuk pribadi individu, di mana pengaruh-pengaruhnya itu berkelanjutan sepanjang hidupnya. Keberadaan pendidik sebagai yang asasi dalam hidup manusia, karena ia dapat membantu peserta didik atas perkembangan dari makhluk hidup yang berjisim saja menuju manusia yang memiliki kepribadian sebagaimana juga akan membantunya atas pertumbuhan yang sempurna sebagai manusia.

Melihat begitu tingginya Islam menempatkan orang yang memiliki ilmu pengetahuan, maka sudah sepatut dan sepantasnya setiap elemen yang mempergunakan jasa pendidik juga ikut memuliakan, sehingga pendidik dengan senang dan menyenangkan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Pembelajaran menyenangkan dikembangkan dalam bentuk pembelajaran aktif, inovetif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Menyenangkan di sini, dilihat dalam hal pembelajaran dan hubungan dengan siswa serta dengan rekan-rekan kerja dalam wadah majelis guru.

C. Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa Allah swt. dan Rasulullah saw. menempatkan pendidik pada tempat yang mulia dan terhormat. Oleh karenanya sudah saatnya semua komponen menempatkan pendidik pada tempat terhormat pula. Dalam kontek kebijakan sertifikasi guru, penulis menempatkan pada salah satu upaya untuk memberikan tempat yang terhormat kepada pendidik (guru). Semoga demikian .....

DAFTAR PUSTAKA

Ramayulis. 2002. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia

Muhaimin. 2005. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: di Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Muhaimin. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. Surabaya: PSAPM, 2003.

‘Abdul Hamid al-Hasyimi. 2001. Ar-Rasulu al-‘Arabiyyu al-Murabbi. Suria, Damsyiq: Jami’ al-Huquqimahfuzhah, 1981., edisi Indonesia terj. Ibn Ibrahim, Mendidik Ala Rasulullah, Jakarta: Pustaka Azzam.

Syed Muhammad Al-Naquib Al-Attas. 1980. The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur, Muslim Youth Movement of Malaysia.

Ahmad Tafsir. 1992. Ilmu Pendidikan dalam Perpektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1992

Samsul Nizar. 2002. Filsafat Pendidikan Islam: Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis. Jakarta: Ciputat Pers

Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ahmad D. Marimba. 1980. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Almaarif

Hery Noer Aly. 1999. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Wasty Soemanto. 1998. Psikologi Pendidikan: Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.

Abuddin Nata. 2002. Tafsir Ayat-ayat Pendidikan (Tafsir al-Ayat al-Tarbawiy). Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Abuddin Nata. 2005. Tokoh-tokoh Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Al-Ghazali. 1977. Ihya ‘Ulumuddin, terj. Ismail Yakub. Semarang: Faizan

Imam Tholkah dan Ahmad Barizi. 2004. Membuka Jendela Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Hasan Langgulung. 1995. Pendidikan Islam dan Peralihan Paradigma. Malaysia: HIZBI Press, Shah Alam.

Azyumardi Azra. 2000. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Kamal Muhammad Isa. 1994. Khashais Madrasatin Nubuwwah. Jeddah: Darus Suruq Lin Nasyr Wat Tauzi Wat Thiba’ah, t.th., terj. Chairul Halim, Manajemen Pendidikan Islam. Jakarta: Fikahati Aneska

it konsultanit supportjasa pembuatan aplikasi dan server jual beli motor motor bekasjual motor bekas sarang semut papuateh sarang semutrumput kebar ecotrubakteri dan enzimenvironmental consultant indonesia sewa mobil murah jakartarental mobil harianrent car free download moviedownload filmsubtitle indonesia jual beli mobil bekassitus jual beli mobilmobil bekas pakar seo indonesia narasumber seminarmaster seo berita bantenrakyat bantenpendekar banten okezonejual mobil bekastoko online gratis komunitas itstaff executive komunitas hacker serang kotaserangpemerintah serang terpupuskansejarah pahlawansejarah tangerang jasa seojasa seo berkualitasjasa backlink sewa mobil murah jakartarental mobil harianrent car jasa mobiejasa mobilejasa jablay tangseltangerang selatantangerang ku bangdjocerita dewasafoto abg bugil tampilan bagusabg labilbuka kerudung
serang kota terpupuskan jasa seo sewa mobil murah jakarta jasa mobie tangsel tampilan bagus belajar seo seo murah dota 2 indonesia ternak lele google bot Data Maya dealer motor bekas prabotan rumah kicau burung verza indonesia community digital telekomunikasi dihina telekomunikasi wajar aja pantai sawarna pantai anyer liburan ke pantai seo jakarta terpusatkan appacer orang sunda xone shop indonesia perabotan rumah resep makanan distributor tas rangsel pantai tanjung lesung jual tinta printer kota rambah emping banten jual rumah info loker kali gua