tinta printertinta infusphoto paper
Minggu, 23 November, 2014
   
Text Size

Pengumuman

Penerapan Prinsip Qur'ani dalam Evaluasi Pembelajaran dan Kediklatan

Oleh Saidan Lubis

Widyaiswara Muada Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Padang

A. Pendahuluan

Untuk membangun pembelajaran dan kediklatan (pendidikan dan pelatihan) menuju ke arah yang lebih baik dan maju, diperlukan adanya upaya perbaikan secara sistemik dan simultan ( al-istimrār al-munazhzham). Di antara upaya-upaya tersebut secara taktis bisa dikategorikan menjadi tiga bagian besar yaitu: pertama, menggunakan perencanaa (al-masyrū’), kedua pelaksanaan ( al-ijrā’at), dan ketiga pengevaluasian (al-taqwîm).  Ketiga unsur tersebut selalu terkait dan terpadu, karena untuk melaksanakan setiap unsure itu harus didasarkan pada perencanaan yang matang, kemudian dilaksanakan, dari perencanaan dan pelaksanaan tersebut   diadakan evaluasi, evaluasi ini  untuk mengukur, mengamati dan memberikan penilaian dengan kategori baik ataupun buruk/berhasil ataupun belum.

Elemen terakhir dari komponen kurikulum adalah evaluasi atau penilaian. Berhasil tidaknya suatu pembelajaran ataupun pendidikan dan pelatihan ( diklat) dapat dilihat setelah  dilakukan evaluasi terhadap hasil (produk) dan proses pembelajaran /pendidikan dan pelatihan (diklat). Jika produk yang dihasilkan sesuai dengan tujuan yang telah tetapkan maka pembelajaran dan diklat disebut berhasil, jika sebaliknya maka disebut gagal.

Evaluasi mempunyai peranan penting sebagai arah perbaikan dalam pembangunan sistem dalam sebuah kegiatan baik berupa pembelajaran maupun pendidikan dan juga kediklatan, hal ini seirama dengan pandangan H.A.R Tilaar yang mengatakan, bahwa evaluasi dalam proses pembelajaran dan pendidikan berkaitan dengan kegiatan mengontrol sejauh mana hasil yang telah dicapai sesuai dengan program yang telah direkayasa dalam kurikulum pendidikan[i].

Menurut Undang-undang Pendidikan Nasional, evaluasi yang dilakukan oleh berbagai komponen dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Evaluasi pendidikan Nasional secara umum merupakan bagian penting dalam proses  pendidikan, karena evaluasi merupakan bagian terpenting dalam struktur kurikulum.

B. Pengertian dan Tujuan Evaluasi

1. Pengertian

Evaluasi berasal dari kata“to evaluate” yang berarti menilai yang dalam bahasa Arab diistilahkan dengan al-taqwîm. Pemaknaan semacam ini menggambarkan bahwa proses evaluasi ataupun penilaian itu tidak saja bertumpu di akhir kegiatan, akan tetapi selama proses kegiatan berlangsung[ii]. Menurut pendapat lain, penilaian atau evaluasi adalah‘ act or  process to determining the value of something’ [iii] ,yaitu suatu aktivitas atau proses untuk menentukan nilai atas sesuatu. Penilaian dalam pembelajaran ataupun pendidikan dan pelatihan berarti seperangkat tindakan atau proses untuk menentukan nilai sesuatu yang berkaitan dengan duniaaktivitas proses belajar mengajar maupun pelatihan (diklat).

Sedangkan secara istilah, ada beberapa pendapat, namun pada dasarnya sama, hanya berbeda dalam redaksinya saja. Pengertian secara umum adalah sebagai sebuah proses penaksiran terhadap kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan peserta didik untuk tujuan pendidikan[iv].

2.Tujuan Evaluasi

Tujuan dilaksanakannya evaluasi proses dan hasil pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan pembelajaran, pendidikan dan juga pelatihan serta untuk mengetahui pencapaian hasil oleh peserta didik/peserta diklat. Informasi kedua hal tersebut pada gilirannya sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran dan kediklatan.

Sedangkan tujuan dari penilaian adalah untuk mengukur seberapa jauh tingkat keberhasilan proses belajar mengajar ataupun pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dilaksanakan, dikembangkan dan ditanamkan di sekolah/lembaga kediklatan serta dapat dihayati, diamalkan/diterapkan, dan dipertahankan oleh siswa/peserta diklat dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu penilaian juga bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan guru/widyaiswara dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang digunakan sebagai feedback/umpan balik dalam merencanakan proses pembelajaran selanjutnya. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan, memperbaiki dan menyempurnakan proses pembelajaran yang dilaksanakan. Oleh karena itu, penilaian harus dilakukan secara jujur, dan transparan agar dapat mengungkap informasi yang sebenarnya.

Evaluasi sebagai salah satu komponen pendidikan yang sasarannya adalah proses belajar mengajar, merupakan alat ukur untuk mengetahui tentang prestasi dan pencapaian hasil setelah pelaksanaan proses belajar mengajar. Namun bukan berarti evaluasi itu hanya tertuju kepada hasil belajar murid, ia juga bisa meramalkan tentang keuntungan yang diperoleh melalui penyelenggaraan yang tepat dalam merumuskan teknik-teknik.

Evaluasi sebagai salah satu komponen pendidikan yang sasarannya adalah proses belajar mengajar, merupakan alat ukur untuk mengetahui tentang prestasi dan pencapaian hasil setelah pelaksanaan proses belajar mengajar. Namun bukan berarti evaluasi itu hanya tertuju kepada hasil belajar murid/peserta diklat, ia juga bisa meramalkan tentang keuntungan yang diperoleh melalui penyelenggaraan yang tepat dalam merumuskan teknik-teknik.[v]

Di samping itu, evaluasi yang dilaksanakan juga bermuatan manfaat dan nilai guna terutama dalam menilai proses dan hasil pembelajaran, di antaranya yang penting ádalah: (1) Memperoleh pemahamanpelaksanaan dan hasil pembelajaran yang telah berlangsung/dilaksanakan dosen,(2) Membuat keputusan berkenaan dengan pelaksanaan dan hasil pembelajaran,dan (3) Meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran dalam rangka upayameningkatkan kualitas keluaran.

C. Tema-tema Qur’ani tentang Evaluasi

Istilah qur’ani tentang evaluasi memang tidak ditemukan di dalam ayat-ayat al-Qur’an, namnun menurut analisis Prof. Ramayulis, ada beberapa terma dalam al-Qur’an yang maknanya dekat dengan evaluasi, di antaranya adalah :

1. Al-Hisāb/al-Muhāsabah

°! $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur ’Îû ÇÚö‘F{$# 3 bÎ)ur (#r߉ö7è? $tB þ’Îû öNà6Å¡àÿRr& ÷rr& çnqàÿ÷‚è? Nä3ö7ř$yÛムÏmÎ/ ª!$# ( ãÏÿøóu‹sù `yJÏ9 âä!$t±o„ Ü>Éj‹yèãƒur `tB âä!$t±o„ 3 ª!$#ur 4’n?tã Èe@à2 &äóÓx« 퍃ωs% ÇËÑÍÈ( البقرة الأية : 284)

Artinya : Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( Q.S. al-Baqarah : 284).

Terma al-hisāb/al-muhāsabahi dianggap yang paling dekat dengan kata evaluasi, berasal dari kata “حسب” yang berarti menghitung. Al-Ghazali mempergunakan kata ini di dalam menjelaskan tentang evaluasi diri (محا سبة النفس) yaitu suatu upaya mengoreksi dan menilai diri sendiri setelah melakukan aktivitas[vi].

2. Al-Balā’

“Ï%©!$# t,n=y{ |NöqyJø9$# no4qu‹ptø:$#ur öNä.uqè=ö7u‹Ï9 ö/ä3•ƒr& ß`|¡ômr& WxuKtã 4 uqèdur Ⓝ͕yèø9$# â‘qàÿtóø9$# ÇËÈ ( الملك : 2)

Artinya : (Dialah Allah ) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,(Q.S. al-Mulk: 2).

3. Al-Hukm

¨bÎ) š­/u‘ ÓÅÓø)tƒ NæhuZ÷t/ ¾ÏmÏJõ3çt¿2 4 uqèdur Ⓝ͖yêø9$# ÞOŠÎ=yèø9$# ÇÐÑÈ ( النمل : 78 )

Artinya : Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.( Q.S. AL-Naml : 78)

Berdasarkan dari ayat dan hadits di atas, pengertian evaluasi dapat dipahami bahwa evaluasi merupakan suatu usaha untuk memikirkan, memperkirakan, menimbang, mengukur, dan menghitung aktifitas yang telah dikerjakan, dikaitkan dengan tujuan yang dicanangkan untuk meningkat usaha dan aktifitas menuju tujuan yang lebih baik diwaktu mendatang, segi-segi yang mendukung dikembangkan dan segi-segi yang menghambat ditinggalkan.

D. Isyarat-isyarat al-Qur’an tentang Evaluasi

Al-Qur’an adalah dasar utama pembelajaran, pendidikan dan pelatihan yang bersifat islami sekalipun disadari ia tidak sampai memasuki kawasan operasional, namun ia merupakan rujukan sebagai konsep dan prinsip dasar dalam pengembangan teori dan teknik operasionalisasinya. Artinya adalah, dalam tataran operasionalisasi, segala aktifitas pembelajaran, pendidikan dan pelatihan itu harus tetap berpijak dan berangkat dari sinyal-sinyal yang termuat dalam ayat-ayat al-Qur’an.

Ada beberapa ayat al-Qur’an yang bermuatan isyarat tentang sebuah evaluasi/penilaian yang agaknya sebagai prinsip dasar yang harus dipedomani dalam sebuah kegiatan evaluasi ataupun penilaian. Di antara ayat-ayat itu adalah sebagai berikut :

1) Surat al-Baqarah [2] : 30-31:

zN¯=tæur tPyŠ#uä uä!$oÿôœF{$# $yg¯=ä. §NèO öNåkyÎztä ’n?tã Ïps3Í´¯»n=yJø9$# tA$s)sù ’ÎTqä«Î6/Rr& Ïä!$yJó™r'Î/ ÏäIwàs¯»yd bÎ) öNçFZä. tûüÏ%ω»|¹ ÇÌÊÈ ( البقرة : 31)

Artinya : Dan Dia(Allah) mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar

( Q.S. al-Baqarah : 31).

2) Surat al-Baqarah : 284

°! $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur ’Îû ÇÚö‘F{$# 3 bÎ)ur (#r߉ö7è? $tB þ’Îû öNà6Å¡àÿRr& ÷rr& çnqàÿ÷‚è? Nä3ö7ř$yÛムÏmÎ/ ª!$ .....

( البقرة الأية : 284)

Artinya : Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu....

( Q.S. al-Baqarah : 284).

Mencermati ayat di atas, ada beberapa hal yang bisa dipetik dan merupakan prinsip sebuah evaluasi/penilaian. Pertama : Adam pada mulanya tidak punya pengetahuan sama sekali tentang nama-nama benda yang ada di sekitarnya, begitu juga halnya dengan para malaikat. Kedua, Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama benda itu, sedangkan malaikat tidak diajari. Ketiga, Adam mengajarkan/memberitahukan nama-nama benda itu kepada malaikat,sebelumnya malaikat tidak mengetahui. Keempat, proses pembelajaran mendahului evaluasi, Kelima, Adam diperintahkan mempresentasikannnya kepada para malaikat bukan kepada Allah. Keenam, Adam diperintah mempresentasikan apa yang ia terima (anbi’hum bi asmāihim) “ ajarkan kepada mereka nama-nama benda itu” berarti mengujikan apa yang diajarkan dan mengajarkan apa yang akan diujikan.

Kesan yang dimunculkan ayat 31dan ayat 284 surat al-Baqarah itu adalah agar sebuah kegiatan evaluasi menerapkan prinsip-prinsip qur’ani terutama dalam mengevaluasi kegiatan pembelajaran, pendidikan dan pelatihan (diklat). Rumusan dari prinsip tersebut adalah :

1. Proses pembelajaran / diklat mendahului evaluasi;

2. Materi evaluasi harus sesuai dengan materi ajar;

3. Materi yang diujikan adalah yang dianggap urgen,konsisten, relevan,keterpakaian;

4. Sasaran evaluasi ketiga ranah : kognitif, afektif dan psikomotor;

5. Evaluasi hasil boleh dilakukan pihak lain.

6. Evaluasi proses harus dilakukan oleh pengajar sendiri.

E. Penutup

Evaluasi pada hakikatnya adalah upaya untuk mencari informasi apakah proses, tujuan, kebijakan, atau kondisi yang diinginkan telah dicapai. Untuk mengetahui ini perlu ditentukan apa sesungguhnya sasaran yang dievaluasi, beserta domain, dimensi serta indikator-indikatornya.

Tujuan dan fungsi evaluasi tidak hanya ditekankan pada aspek kognitif akan tetapi meliputi ketiga ranah tersebut (kognitif, afektif dan psikomotorik). Yang mempunyai tiga prinsip yaitu prinsip keseimbangan ( al-tawāzun ), menyeluruh ( al-syāmilah) dan obyektif. Dalam kegiatan evaluasi tersebut sistem yang dipakai harus mengacu pada isyarat-isyarat al-Qur’an sebagai prinsip penjabaran dan operasionalisasinya.



[i] Lihat, H.A.R Tilaar, Manajemen Pendidikan Nasional, Kajian Pendidikan Masa Depan, ( Bandung :PT Remaja Rosdakarya, 2008), 43

[ii] Lihat, Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, ( Jakarta : Kalam Mulia, 2001), h. 196

[iii] Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, ( Bandung : Remaja Rosdakarya, t.th.),h. 77

[iv] Oemar Hamalik, Pengajaran Unit,(Bandung: Alumni, 1982), h.106.

[v] Lihat, Lester D.Crow, Educational Psychology, terj. Z. Kasejen, ( Surabaya : Bina Ilmu, 1987), h. 5.

[vi] Lihat, Al-Ghazali, Ihyā’ ‘Ulūm al-Dîn,, Juz IV, h.. 391.


DAFTAR KEPUSTAKAAN

Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, ( Bandung : Remaja Rosdakarya, t.th

Imam Al-Ghazali, Ihyā’ ‘Ulūm al-Dîn, Juz IV

H.A.R Tilaar, Manajemen Pendidikan Nasional, Kajian Pendidikan Masa Depan, ( Bandung :PT Remaja Rosdakarya, 2008

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, ( Jakarta : Kalam Mulia, 2001

Oemar Hamalik, Pengajaran Unit,(Bandung: Alumni, 1982

it konsultanit supportjasa pembuatan aplikasi dan server jual beli motor motor bekasjual motor bekas sarang semut papuateh sarang semutrumput kebar ecotrubakteri dan enzimenvironmental consultant indonesia sewa mobil murah jakartarental mobil harianrent car free download moviedownload filmsubtitle indonesia jual beli mobil bekassitus jual beli mobilmobil bekas pakar seo indonesia narasumber seminarmaster seo berita bantenrakyat bantenpendekar banten okezonejual mobil bekastoko online gratis komunitas itstaff executive komunitas hacker serang kotaserangpemerintah serang terpupuskansejarah pahlawansejarah tangerang jasa seojasa seo berkualitasjasa backlink sewa mobil murah jakartarental mobil harianrent car jasa mobiejasa mobilejasa jablay tangseltangerang selatantangerang ku bangdjocerita dewasafoto abg bugil tampilan bagusabg labilbuka kerudung
serang kota terpupuskan jasa seo sewa mobil murah jakarta jasa mobie tangsel tampilan bagus belajar seo seo murah dota 2 indonesia ternak lele google bot Data Maya dealer motor bekas prabotan rumah kicau burung verza indonesia community digital telekomunikasi dihina telekomunikasi wajar aja pantai sawarna pantai anyer liburan ke pantai seo jakarta terpusatkan appacer orang sunda xone shop indonesia perabotan rumah resep makanan distributor tas rangsel pantai tanjung lesung jual tinta printer kota rambah emping banten jual rumah info loker kali gua